Rabu, 05 Oktober 2011


KINERJA BUPATI BENGKALIS HERLIAN SALEH DIRAGUKAN
Guru Agama HonorerBengkalis, Penggunaan Tahun Anggaran  APBD 2011 Bengkalis untuk berbagai kegiatan proyek di bidang fisik dipastikan pelaksanaan Nya akan molor alias tidak selesai tahun ini.Terutama Proyek  bernilai penawaran dengan harga Rp 1 milyard  ke atas. Pihak rekanan Kontraktor pun menjadi pusing tujuh keliling.Hal ini bisa terjadi karena lamban Nya  kinerja dari pihak Dinas terkait sebagai pengguna Anggaran dalam mempersiapkan segala kelengkapan.Sementara  Pengajuan Rancangan Anggaran dari Eksekutif ke Legislatif untuk semua Pos mata Anggaran telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam pembahasan RAPBD ini begitu alot karena memiliki syarat kepentingan. Semua rencana kerja dan penggunaan Anggaran untuk Paket Proyek  tercatat dalam Buku APBD Pemerintah Daerah. Ka Dinas terkait maupun Kepala Kantor beserta satuan kerja  kembali  mengevaluasi paket proyek Fisik maupun  Non Fisik ini. Setelah semua nya sudah clear berbagai  Proyek pisik dan pengadaan perencanaan NYa akan  dilakukan Pihak Perusahaan Konsultan. Biasanya oleh pihak Konsultan sebagai pemenang tender bekerja  memakan waktu menimal 30 hari .Setelah lewat Survei terlebih dahulu dilapangan dan dilanjutkan  pembuatan Dokumen Bestek proyek di maksud.Kemudian selang beberapa minggu kemudian Paket Proyek itu baru akan di lelangkan kepada rekanan Kontraktor. Rekanan bersiap diri daftar dan melengkapi  Dokumaen Admistrasi Perusahaan Nya kepihak Panitia Lelang guna mendapatkan Bestek Paket Proyek yang diminati .Dokumen penawaran pun dimasukkan ke Kotak tong  tempat berkas Dokumen  yang telah disiapkan panitia.  Panitia Lelang bekerja untuk evaluasi dokumen Perusahaan dan Pengumuman pemenang Paket Proyek yang diminati ini biasa Nya berkisar 14 hari. Akan tetapi Kadis ,Kabid dan Panitia dikabarkan otak nya  pusing tujuh keliling. Diduga ada interpensi dari Pejabat tertentu dari TIM SUKSES Herlian untuk menggolkan paket titipan Nya. Sehingga Paket Proyek itu terjadilah tarik menarit antara aturan dan kepentingan. Panitia lelang pun menjadi serba salah untuk menegakkan aturan pedoman  Kepres 80 dan PP 54  ) sehingga terjadi pelanggaran dan tidak tercapai batas waktu yang telah di tentukan. Di Bengkalis Riau kinerja Pihak Panitia Lelang sampai berita ini sampai ke Ruang Redaksi belum satupun Proyek yang dikerjakan pihak Rekanan.Hal ini diketahui dari Sejumlah Rekanan Kontraktor. Pihak rekanan menjadi resah karena dikejar waktu sementara kepastian Paket yang diminat Nya tak kunjung di umumkan Panitia Lelang. Info hangat pun bermunculan  dan beredar dikalangan  rekanan.Karena  diduga kuat pihak Panitia Lelang bingung  karena Paket Proyek telah diatur dan ditentukan pemenang Nya Oleh TIM SUKSES BUPATI HERLIAN SALEH. Kabar ini sangat terbuka lebar, baik itu di Kantor maupun di Kedai Kopi. Terakhir lewat suara Rekaman  dari salah seorang TIM Sukses yang dapat mengatur dan menentukan  Pemenang Paket Proyek. Tetapi harus menyetorkan sejumlah uang yang dimintakan oleh TIM SUKSES dimaksud.. Luar biasa demikian kata  para Rekanan yang tidak mengerti Politik ini ketika kumpul bareng ngopi di Kedai Kopi di Pusat Kota Bengkalis dan minta agar peristiwa ini  diberitakan.
Seperti di ketahui di era Pimpinan oleh Bupati Herlian Saleh dalam satu tahun pertama ini DIRAGUKAN ,kondisi Bengkalis belum terlihat kemajuan yang berarti. Sehingga  Organisasi  SPTI Cabang Bengkalis dan Para Guru Honor dari perguruan Agama telah turun jalan berdemontrasi ke Kantor Bupati.Mereka menyampaikan unek unek Nya seperti  SPTI  meminta Tonasi Truk yang masuk ke Kota Bengkalis  jangan dibatasi menjadi  8 Ton. Karena menurut para pekerja ini dapat merugikan Pengusaha dan perkerja. Sementara para guru Honor dari Perguruan Agama ini meminta dikasihani  oleh  Pak BUPATI.  Karena Uang Gaji Rp 500.000 perbulan yang tertahan itu untuk membayarkan utang makanan di kedai .Banyak keluhan  kehidupan di jaman Bupati Herlian Saleh ini dirasakan oleh masyarakat. Termasuk  para kuli tinta bertahun nge pos dan kontrak berlangganan di Kantor Bupati belum juga terbayarkan.Triwulan IV tahun 2010 hingga triwulan I ,II tahun 2011 belum lagi terbayarkan.Sehingga para Pimpinan Media Pers  Lokal , Nasional  serta Wartawan menjadi pusing tujuh keliling. ( Tambah Jaya )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar